Biarkanlah...

Waktu terus akan berlalu, hari akan terus berganti tanpa mungkin ia menunggu hanya untuk diriku..

Berat bila jika aku harus mengingat semua cerita kita dari awal pertama kali kita bertemu sampai kita menjalin sebuah hubungan.
Ada masa dimana aku tidak bisa bercerita betapa bahagianya aku bisa bertemu denganmu, dan ada masa dimana aku tidak bisa bercerita betapa sedihnya aku mengetahui semuanya.

Banyak orang berkata; "Semakin lama hubungan, semakin banyak vase yang akan mereka alami"
Dan saat ini aku merasakan sebuah vase-vase dalam hubungan, pahit, manis, bahkan sampai sakitnya mendengar kata-kata yang seharusnya tak pantas untuk aku dengar. Romansa apapun pernah aku rasakan.

Ada masa dimana aku merasakan sebuah kata "aku jenuh,aku sakit, aku capek,everything seems wrong"

1001 pertanyaan dalam otakku terus mengalir.
Apakah aku harus terus berjalan atau berhenti?
Apakah aku yang harus meninggalkanmu?
Apakah aku yang harus menyerah?
Tapi bagaimana perasaanku untukmu?
Aku rasa takperlu ditanyakan.
Aku menyimpan hatimu didalam tulang rusukku.

Aku tak pernah mengerti apa yang ada difikiranmu
Kamu selalu berfikir aku yang menyakitimu
Dan aku yang melukaimu
Menyakitimu sama saja seperti aku mengores hatiku juga
Tanpa pernah kamu tau itu,
Aku menyayangimu lebih dari apapun.
Tanpa kamu sadar setiap kali aku menggores hatimu, hatiku selalu tergores.
Dan
Entah kenapa langkah kakiku tak begitu kuat untuk berlalu darimu.

Seberat apapun hatimu untuku,

Sedalam apapun goresan dihatimu karena perlakuankanku,

Seberapa lama lagi kamu akan bertahan untuku.

Kaki dan langkahku takpernah sanggup untuk berjalan jauh darimu.
Bahkan 1langkah mundurpun aku tak sanggup.

Aku hanya punya rasa yang utuh untukmu
Yang aku lakukan hanya untuk kebaikan antara kita
Tapi terkadang kamu takpernah mengerti maksutku
Saat ini yang aku bisa hanya bertahan
Dan menyayangimu yang entah dimana ujungnya.
Percaya atau tidak,
Aku hanya menunggu kamu yang melepaskanku.

Setiap kali aku mendengar kata "putus"
Detik itupun juga kamu merenggut semua harapanku.
Dan seolah selama ini aku tak pernah menjadi bagian besar dari hari harimu.
Dan, seolah janji dan kata-kata yang pernah terucap kehilangan arti hanya dalam sekejap

And...
The same time, ketika aku mulai merasakan; "aku capek even act like I'm okay, everything fine. Disaat sebenernya everything seems so wrong"
Aku melihat matanya yang membuat aku lupa rasa sakit dan rasa ingin meninggalkanmu.

"Bagaimana bisa aku jatuh cinta kepadamu yang sangat menjengkelkan?"

"Bagaimana bisa aku bisa menyayangimu yang sangat begitu sering membuatku menangis?"

"Bagaimana bisa everything I do, I do it for you?" Huhuhu

"Bagaimana bisa aku berlalu pergi meninggalkanmu dengan mata itu"

YaTuhan!!!!
Aku sangat menyayanginya
Kehilanganmu sama saja seperti
Aku kehilangan 1/2 hidupku.

Ada dikala aku merasakan betapa pentingnya hadirku didalam dirimu
Namun,
Dalam sekejap dalam waktu yang sama...
Aku sering kali merasakan seperti hadirku bukanlah yang kamu inginkan.

Percayalah,
Aku benci harus merasakan perasaan itu dalam waktu yang sama.

Benar atau salah kini tiada berarti
Biarkanlah
Sekuat tenaga ku harus mengikuti alurnya saat ini.
Tiada pemenang
Kamu dan aku hanya bisa bertahan sekuat tenaga.

Waktu terus akan berlalu tanpa mungkin ia menunggu.

Relakan semua yang telah terjadi
Waktu tak akan pernah merubah apa yang pernah terukir
Walau air mata terus mengalir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

At least, i've tried.